Kehadiran operator GSM menerobos bebatuan, hutan, gunung gunung dan desa desa sampai pantai terujung kabupaten Gunungkidul tentu saja merupakan kado yang manis untuk seluruh masyarakat, terutama yang sebelumnya tidak pernah bermimpi untuk memegang pesawat telepon setidaknya sampai 8 tahun yang lalu.
Keberhasilan Operator telekomunikasi ( GSM ) bersinergi dengan masyarakat, saling berbagi manfaat, menjadi daya dorong ekonomi pedesaan, dan akses seluas luasnya untuk berkomunikasi bersamaan dengan profit yang didulang oleh Operator penyelenggara.
Mengikuti jejak Telkomsel dan Operator GSM yang lain, kini Provider CDMA dan fixed wireless berlomba lomba untuk menawarkan layananya kepada masyarakat. Harga murah/ Biaya komunikasi yang lebih memasyarakat merupakan revenue yang mereka tawarkan kepada masyarakat.
Jejak Provider CDMA dipelopori oleh FLEXI TELKOM beberapa tahun yang lalu, kemudian baru baru ini Operator fixed wireless seperti esia, fren dan terakhir ceria dengan CDMA 450 M nya berlomba untuk mendapatkan tempat di masyarakat.
Kehadiran operator fixed wireless mau tidak mau merupakan pilihan berkomunikasi dengan biaya yang lebih sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat dan kebutuhan kebiasaan berkomunikasi. Berbeda dari “monopoli gsm” beberapa waktu yang lalu yang tidak pernah mengkompromikan tarif komunikasi dengan kemampuan lokal masyarakat gunungkidul.
Terlepas dari kekurangan, terutama jangkauan yang masih terbatas, kecuali ceria CDMA 450 M nya yang mengklaim lebih berkemampuan menerobos perbukitan, bebatuan, butan dan rimba yang tak terjamah. Kemudian dukungan vendor perangkat yang belum se pop teknologi gsm, sistem jaringan yang relatif baru. Sekali lagi merupakan pilihan baru bagi masyarakat. Dan semoga mereka turut memberikan kontribusinya terhadap pembangunan dan pemenuhan kebutuhan komunikasi masyarakat.
Adakah diantara pembaca yang berkenan berbagi pengalaman terkait kekurangan dan kelebihan masing masing penyelenggara fixed wireless ( CDMA ) ?
halo cak
kie ki kabar gunungkidul
starone telah hadir juga kok digunung kidul
anton, ya mas, starone juga udah da di wonosari